Thursday, March 08, 2012

PEREMPUAN JADI TARUHAN




Berkibar gemulai jemari dan  selendang
Ramai sanak kerabat pada  berdendang
Hiruk pikuk suara gendang
Anak perawan sedang di gadang

Puan dan tuan tersenyum menawan
Sadar miliki anak perawan
Berparas elok nan rupawan
Manis budi tak tahu melawan

Tunaikan tugas dan kewajiban
Hantarkan si buah hati ke pernikahan
Tak indah menolak niatan
Walau duka sudah tak tertahan

Demi segenggam berlian
Bahagia anak tak diperhatikan
Wajib patuh selalu didengungkan
Padahal niatnya diperdagangkan

Nasib pedih si anak gadis
Jika untung dapat suami tak sadis
Ayah bunda tak guna mengemis
Karena cerita tak berakhir manis.

Selamat hari perempuan.
Human trafficking harus jadi perhatian.
Banyak yang berkedok susah dan kemiskinan
Alih-alih para perempuan  jadi taruhan.



NELAYAN TAK LAGI MENGELUH




Bergulung ombak dengan keras
Memecah batu karang di batas
Membiarkan buih mengalir lepas
Menuju laut luas

Di sini aku berdiri tegak
Tiada maksud untuk berlagak
Kuhanya ingin ikut semarak
Riuh tawa nelayan kelak

Ikan, cumi-cumi, kepiting dan udang
Selalu turut mengundang
disantap saat bersuka dan berdendang
itulah hasil lautku yang segudang

nelayan tak lagi  mengeluh
walau kian sulit melempar sauh
tak terhitung mengalir peluh
bbm tetap melambung jauh

Cintaku cinta tak terbatas
Meluap hingga ke atas
Membebaskan dari semua kelas
Dan rasa itu tak kebas

Tapi cintaku tak pernah cukup
Melihat nelayan tangannya menangkup
Hanya angin yang tergantang
Lepas bersama kabut yang menantang

Duh Gusti pemilik kehidupan
Jangan kau hembuskan badai topan
Karena mereka nyaris tak makan
Tak tahu kemana membangun harapan.



Simpatikku untuk nelayan
Jakarta, 8 Maret 2012
Aku ngelog maka aku bahagia:

Tuesday, February 28, 2012

DOA SYUKUR HARI INI


Ku buka lembaran hari dengan sepotong doa:

Selamat pagi Tuhan,
Ku bersyukur karena jiwa ini masih bersama raganya
dan dapat kugunakan tubuh ini untuk memuliakanMu.
Ku bersyukur masih bisa menghirup oksigen
dan merasakan tarikan nafas
Ku bersyukur masih bisa melihat orang-orang yang kucintai dan mencintaiku
 merasakan hangatnya pelukan mereka juga hangatnya mentari
Ku bersyukur terlindung dalam sebuah rumah
walau hanya kontrakan namun selalu memancarkan kehangatan cinta

Di luar sana, begitu banyak kekejaman dan kekejian
yang mengatas namakan suka-suka
ada yang atas nama keyakinan,  harga diri kelompok
atau tuntutan perut

Ku bersyukur memiliki suami yang bisa membuatku cemburu
karena berarti aku masih mencintainya.
Ku bersyukur di beri kesempatan mengasuh dan melayani anak-anakku
karena ku tau mereka sangat berarti bagiku

Ku bersyukur memiliki orang tua, mertua,  saudara-saudara sekandung,
ipar,  kerabat dan kawan-kawan
Dengan mereka aku bisa berbagi suka dan duka
dalam menjalani dan mengisi  kehidupan

Ku bersyukur masih punya nurani
yang selalu diterangi  iman
walau situasi negaraku morat marit
Ku bersyukur tidak masuk dalam lingkaran kegilaan negeri ini
yang memutar balikan dusta menjadi kebenaran

Ku bersyukur masih punya sepotong asa
yang selalu ku jaga semangatnya
agar jangan pernah padam
hingga asa itu itu terwujud


Tuhan,
Ku tau Engkau tak pernah tidur
Ku tau Engkau juga tak selalu menjawab doa-doaku
karena itu pada hari ini, aku tak meminta apa-apa.
Aku hanya ingin bersyukur bahwa dalam kegilaan dunia
aku masih memiliki Engkau.
Terima kasih Tuhan, kan ku genggam erat KasihMu
agar lurus jalan hidupku.

Icha Koraag 29 Feb 2012

Thursday, February 09, 2012

Bastiaan, Matahari Kehidupanku




·
Bastiaan, sulungku.
Pk. 5.15 pagi tadi hari ini 27 Juli 2011
genap 11 tahun usiamu
tanda kehidupanmu di rahimku
adalah hadiah ulang tahun dari Tuhan

Di usia yang sudah tidak muda lagi
kau hadir memberi pengharapan luar biasa
tak cukup kata tuk ungkapkan bahagia ini
Tuhan mau mempercayai mama dan papa
tuk merawat dan membesarkanmu

Sosokmu mungil,
dengan panjang 49 cm dan berbobot hanya 2,8 kg
kau hanya sebesar termos.
tubuhmu hanya tulang berbalut kulit
namun mata kecilmu memancar sorot kuat
seakan ingin kau teriakan
Aku datang...!

Lebih dari 12 jam mama harus bertaruh nyawa
lewat operasi, kau hadir ke dunia
Tak kuasa mama menahan haru
kala melihat tubuh mungilmu dalam pelukan papa
Terima kasih Tuhan, untuk dua jagoanku

Bastiaanku, matahari kehidupanku
Hadirmu dalam hidupku
memberi kehangatan dan optimisme
tak ada yang tak mungkin dalam kuasa Tuhan
Satu cirimu yang tak pernah hilang
senyum kecilmu setiap bangun tidur
seakan selalu terbangun dengan mimpi indah

Bastiaan, sulungku
Kalau orang bilang tak terasa 11 tahun bersamamu
itu salah bagiku.
Hari-hari bersamamu adalah hari-hari yang hangat
omelan dan cerewetku adalah nyanyian merdu telingamu
jejak hari kehari tak pernah hilang walau sekejap
sosokmu adalah bagian dari jiwaku
Marahku adalah bagian dari kasihku
Jangankan luka, sedihmu adalah dukaku

Bastiaanku,
bertumbuhlah besar dan kuat dalam jalan Tuhan
Jadilah apa yang kau inginkan
Songsonglah masa depan dengan keyakinan teguh
Tuhan bersamamu

Doa dan cinta mama, papa dan Van
akan selalu mengiringi tiap langkahmu
Kami semua mencintaimu
Selamat ulang tahun, jagoanku!


Mama
Icha Koraag
27072011

BUNDA MENCINTAIMU

 ·
Pijar matanya menghangatkan
 menerobos kisi-kisi jendela jiwa
emosiku langsung surut
bagai api tersiram air

sisa aliran anak sungai dari matanya
serupa jejak ban mobil di pasir
membentuk garis tipis basah
di pipinya yang putih bening

anakku, buah cintaku
tak ada emosi bunda yang tersisa
manakala air mengalir dari indah bola matamu
mengusik dan menghentak nurani bunda

anakku, kekasih jiwaku
maafkan bunda yang emosi
tak ada setitik kebencian di hati ini
terpaksa marah karna bunda mencintaimu

ampuni bunda, sayang
Sakit hati  bunda terpaksa memarahimu
Tapi sekali lagi bunda katakan
Karena bunda mencintaimu

Cantikku, buah hatiku
Tak semua yang kamu mau akan kamu dapati
Tak semua keinginanmu terpenuhi
Kecewamu hari ini, kan jadi kekuatanmu  esok.

Suatu hari nanti, Kamu akan memahami
Apa yang bunda lakukan, demi kebaikanmu
Itu karena bunda mencintaimu.

20 April 2010
Icha Koraag

Selubung


Selubung

Membayang di ujung lembayung
Aku bingung
Tercenung
Merenung

Mengapa aku terkukung
Dalam emosi yang kutabung
Hingga membumbung

Melepas beban di balik payung
rasa berkabung
rasa terkurung
di balik tempurung

Icha Koraag
27 Des 2011

Thursday, December 15, 2011

KERINDUAN




Gemerlap gemintang perlahan pergi
terhalau pijar mentari
Menghadirkan kehangatan pagi
Ada debar perlahan dalam diri
Hadirkan bayangmu dalam kabut
Sepucuk rasa mengusap lembut
Menyibak tirai kerinduan
Sedang apakah gerangan ?
Rasa itu tak pernah pudar
Walau tahun-tahun telah lalu
Mengenangmu membuatku bergetar
Seperti kulit tersapu hembusan bayu
Aku lelah
Aku luluh
Dalam rindu
Jakarta, 16 Des 2011
Icha Koraag

Tuesday, August 16, 2011

MERAH DARAHKU PUTIH SUKMAKU



66 tergores sebagai jumlah tahun kemerdekaan bangsaku tahun ini
Ironisnya, banyak kawanku bertanya balik, sudah merdekakah kita?
Kasus korupsi telah membakar rasa ketidakpercayaanku
Menghanguskan asa yang ingin kukibarkan
Dan melihat merah putih berkibar
Terasa bagai sembilu mengiris jemari
Pedih nan perih
Semenatara para politikus menjadikan media panggung sandiwara
Hari ini berkata B padahal kemarin berkata A
Rakyat dianggap bodoh dan pelupa
Berkibarlah terus merah putihku
Tantanglah sombongnya prilaku politikus di luasnya langit biru
Permalukan mereka di tiap tarikan nafas kebohongannya
Hapuskan semua topeng kemunafikan penguasan negeri ini
Ingin kuredam protes jiwaku akan ketidak adilan negeri ini
Ingin kutenangkan pemikiran-pemikiran liar dalam benakku
Tapi aku tak sanggup
Manakala sulungku bertanya mengenai sejarah kemerdekaan
Bahkan sejarah pergerakan sebelum merdeka
Dada ini bergetar marah dan haru
Marah karna pedih membayangkan
Tak dihargainya para pendiri negeri ini
Haru karena aku harus tetap menekankan
pentingnya mencontoh sifat dan prilaku para pahlawan
Kapankan anggur kejujuran akan menetes dalam cawan pengharapan
Sehingga kita bersama bisa menghilangkan dahaga kecurigaan..?
Dan akankah ketulusan, keikhlasan yang alami bisa menjadi oase
Di gurun-gurun tandus keputusasaan?
Walau hanya setitik cahaya yang pendarnyapun semakin mengecil
Selama tekad masih menggumpal di dada
Aku akan terus berjuang menjaga api semangat itu
Carut marut prilaku penguasa negeri ini
Telah membuat nama bangsaku tercoreng
Terlepas dari itu, aku tetap bangga sebagai bangsa Indonesia
Merah adalah warna darahku Putih adalah sukmaku
Yang kuhirup dan kuhembuskan di bumi Indonesiaku
Kan kusemaikan bibit-bibit kejujuran, kebenaran, dan kebaikan
dalam diri anak-anakku
Kan terus kubangun lewat usaha dan karya nyata, agar kelak bibit yang baik bernas.
Teruslah berkibar merah putihku, di luasnya angkasa Indonesiaku!
Berharap tahun berganti, kesejahteraan rakyat bukan sekedar omong kosong.
Icha Koraag
Selasa 16 Agustus 2011. Pk. 19.17

Wednesday, January 06, 2010

TITIP SAYANG



Masih bolehkah ku ungkap rindu di dada ini? tanyaku
Mengapa tidak?
Selama diungkapkan dengan rasa sayang, jawabmu.

Masihkah rasa sayang itu ada? Tanyaku
Tak pernah berubah, jawabmu.

Ada getar halus bagai senar melodi yang terpetik.
Pelan namun sayup tetap terdengar
Kirimkan emosi tak terbaca
Karena hanya terasa

Kutitipkan sayangku, katamu
Kan kusimpan di hati sebelah kanan, jawabku

Mengapa, tanyamu
Agar kau tahu letaknya, jawabku
(bila satu saat ingin kau pindahkan,
Kau tahu harus mengambilnya di mana.)

Kamarku, Pk. 23.15
6 Januari 2010
Icha Koraag

LUKA JIWA

Dalam dingin air es
Terselubung nyanyian pilu
Yang mampu bekukan nurani
Sebuah tanya tersirat
Mengapa?

Segenggam asa terampas paksa
Karena sebutir ego anak manusia
tersakiti
Jiwanya luka tak mampu ucap
Walau hanya sepenggal kata.

Seulas senyum dan sebuah kata maaf
Tak mampu kembalikan kehangatan itu.
semburat merah di wajah
denyut nadi di leher
Tanda ada kehidupan.

Namun adakah arti tubuh yang hangat
Dalam jiwa yang mati?
Satu satu daun gugur
Bunga layu, kering, runtuh
Jatuh di atas tanah kering berbatuan

HO Bintaro: 6 Januari 2010
Icha Koraag