Sunday, June 17, 2007

SETIA

Tawamu masih bisa kudengar
Diantara bunga cengkeh yang mekar
Manis mengalir dari aroma tubuhmu
Membuatku mabuk dan dahaga akan cintamu

Bagai saguer yang mengalir di bambu
Memanasakan setiap nadi dalam tubuh
Membuatku berpikirpun tak mampu
Menyebut namamu lidahpun kelu

Kartu pos bergambar gunung Klabat
Hanya selembar fotomu sebagai obat
Kala kerinduan datang menggoda
Membuat berdebar jantung di dada

Pasir pantai Bunaken menjadi saksi
Kala kita sepakat mengikat janji
Untuk sehidup dan semati
Bertekad untuk tak mengikari

Duhai kasihku, bukti kesetiaanmu
Membuatku selalu ingin mendekapmu
Agar kau bisa rasakan cintaku bergetar
Yang terus ku jaga agar tak pernah pudar.


Jakarta, 17 Juni 2007

MENANTI CINTA

Air mata ku jatuh menghempas
Tak mampu ku tahan walau kuingin
Mengapa harus ada pertemuan
Kalau perpisahan selalu menanti?

Kepergianmu merenggut harapan hidupku
Aroma kepedihan itu nyata
Untaian kata-kata penghiburanmu
Menguap bersama datangnya kepedihan

Menelusuk ke dalam relung kalbu
Tak mampu menghalau cintaku
Bening suaramu masih terngiang
Berusaha kuingat semua yang kau bilang

Bukan aku ingin menghamba atas nama cinta
Tapi rasa itu kuanggap anugerah terindah
Pedih namun nikmat di setiap nadi ku rasa
Tak ingin ku berharap patah

Kalaupun harus patah ku tak kan putus asa
Karena ku tahu masih ada cinta yang kan datang
Walau tak kan gantikan cintaku yang hilang
Aku tetap mencari dan menantinya

14 Juni 2007

Thursday, June 14, 2007

BA HARAP NGANA BALE PULANG

Ta hirup dalam-dalam wanginya vanili.
paksa masuk di setiap sudut hati
Biar hilang sesak di dada
Nyanda bisa lupa pa ngana pe wajah

Biar tu plein so hilang di balik awan
Ngana pe bibir masih terasa
Hangat menetap sampe kita pe hati
Ngana pergi bawa kita pe jiwa

Ngana janji hanya pergi rabu-rabu akang
Ini so musim vanili ulang
Ngana pe janji tinggal janji
Mar kita selalu tunggu

Ba harap trus ngana mo bale pulang
Kasih tepat ngana pe janji
Beking maju tanah Minahasa
Supaya semua ta ingat indahnya Bunaken

Pete cingke di kobong
Ba harap trus nyanda omong kosong
Manisnya masa panen semanis ngana pe janji
Mar ngana so lupa ada beking janji

Pulang jo
Riki rambut ba putih torang ada ba tunggu
Torang so mo masak tenetuan deng bakar cakalang
Tuk sambut ngana waktu pulang

15 Juni 2007
Icha Koraag

KLAPERTART FOR NGANA

Keke-keke sedia akang itu kukis
Sementara nyong kasih keluar itu saguer
Sesekali torang babadonci
Iko riang karena hati senang
Tengah malam nyanda terasa

Cingkeh so torang panen
Pai tua dan Mai tua ada tatawa
Kibas lenso sambil baku sedu
Karena tau esok so ada doi
Semua bisa bapontar pigi di Menado tua

Mar nyanda bisa tutup kita pe rasa
Ngana pe wajah trus membayang
Walau nampak jauh di pohon kelapa
Kirim kabar mar nyanda
Of ngana so malu jadi putra Kawanua?

Ngana so lupa pa tanah Toar Lumimuut?
Ngana so lupa ada janji pa kita?
Atau ngana so batona deng nona lain?
Air mata kita so nyanda guna
Sakit kita pe hati

Pigi jo dari kehidupan kita
Tapi jangan lupa kacang goyang deng manisan pala
Kalo esok ngana inga pa kita
Maaf kalo kita so kawing
Mar klapertart tetap ta simpan for ngana.

13 Juni 2007

Tuesday, April 24, 2007

DOA UNTUK KARTINI KECILKU

Tuhanku,
melihat bening bola matanya jelas tergambar kasihMU
Celoteh suaranya bagai paduan suara surgawi,
menenangkan dan mendamaikan
Atasnya segala cita dan doaku

Tuhanku
Sujud syukur atas karunia Kartini kecil
yang boleh terlahir dari rahimku karena cinta, 
Vanessa namanya.
Bermakna kupu-kupu yang ceria 

Tuhanku,
Kuatkan dan mampukan aku untuk menyampaikan
Hak dan kewajiban perempuan merdeka.
yang merdeka atas hidup dan kehidupannya
yang merdeka atas harapan dan keinginannya
yang merdeka atas cita-cita dan pemikirannya

Tuhanku
Perkenankan waktu lebih banyak bagiku
Untuk membagi ilmu dan pengetahuan pada Kartini kecilku,
Ingin kusampaikan padanya, jauh sebelum ia dilahirkan,
Ada perempuan hebat, 
yang berjuang untuk kesetaraan lelaki dan perempuan
dari system dan budaya yang salah menempatkan perempuan,
Kartini namanya.

Tuhanku,
Aku ingin Kartini kecilku tahu dan mengerti
Masa Kartini telah diukir dalam sejarah
Kini masanya dan masaku
Untuk membuktikan dan melanjutkan
Apa yang sudah diperjuangkan Kartini.
Menjadi perempuan mandiri dan cerdas
yang mampu berempati dan menentukan pilihan.
Mau berjuang untuk membangun bangsa dan Negara.

Tuhanku,
Ijinkan Kartini kecilku,
Dengan sejuta harapan dan doaku menyertai langkahnya
Dalam menapaki kehidupan
Biarkan ia tumbuh, berkembang dan mampu berlari kencang
Untuk meraih apa yang diinginkan.

Tuhanku,
Bimbinglah Kartini kecilku
Untuk selalu peka , mengerti dan peduli pada sesamanya.
Karena ku tahu, Engkau punya rencana tersendiri atasnya.
 Amin

Doa ibu untuk putrinya.
Polonia Hotel, Medan 20 April 2007.,
Pk. 18.45 menjelang FGD
Icha Koraag

Monday, March 26, 2007

SERUAN ANAK NEGERI !

Sebuah tiang tinggi terpancang megah
dengan merah putih berkibar,
Seakan sebuah sayap yang siap melindungi
Dari semua marabahaya
Itu bendera bangsaku, kataku dalam hati
Ketika kutengok sekelilingku
Tampak petani dengan cangkul, nelayan dengan jaring,
Pedagang dengan gerobak, buruh dengan arit

Ada lelaki berdasi yang telah menggulungkan tangan baju
Hingga lengannya terlihat
Para perempuan menggandeng dan menggendong anak
Semua berdiri sama menatap
Tangan terkepal tangan teracung
Terucap sama dari aneka bibir
Kami siap bekerja dan berjuang
Mengisi kemerdekaan dengan pembangunan

Tapi mengapa hasil bumi kami di rampok?
Mengapa hasil hutan kami di curi
Mengapa hasil laut kami hilang
Mengapa tanah kami berpijakpun amblas?

Kami memang hanya rakyat jelata
Tapi kami sebuah kekuatan yang maha besar
Kalau kami tak terakomodasi
Kami bisa menjadi kekuatan yang menghancurkan.
Jangan salahkan kami jika kami bersatu
Bukan untuk memberontak
Tapi untuk mengambil yang memang milik kami
Merebut apa yang menjadi hak kami

Karena hak kami sudah di rampas
Milik kami sudah di sita
Kalau sekarang kami menggalang kekuatan bersatu
Untuk memperjuangkan hak dasar kami sebagai manusia
Kami hanya ingin hidup layak
Makan cukup, tak kehujanan tak kepanasan
Anak-anak kami bisa bersekolah
Dan kami bisa bekerja dengan tenang.

Hai para penguasa, sebagai anak negeri
aku memperingatkan
Bangunlah dari mimpi indah hari ini
Karena besok kan menjadi harin buruk
Ketika Tuhan kabulkan doa kami.

Wednesday, March 14, 2007

MENGAPA...?

Mengapa aku tak dapat menyentumu
Tanpa kau menyakitiku
Keindahanmu mendesakku untuk menyentuhmu
Bahkan menciummu
Tak ada keinginanku menyakitimu
Tapi mengapa kau selalu menyakitiku ?
Terlalu hinakah aku
Untuk menyentuh tubuhmu?
Bukankah kau tercipta untuk dinikmati?
Dan aku tercipta untuk menikmati
Jika bukan aku,
Pasti akan ada yang lain
Karena kau hanya setangka mawar.

SELAMAT DATANG HARI BARU

Fajar baru merekah lagi
Di timur semburat mentari
Menyambut datangnya pagi
Seiring harapan baru di hati

Segudang rencana tersusun rapi
Untuk segera di tindaklanjuti
Agar tidak menjadi
sekedar sebuah mimpi

Dengan niat dan batas waktu tujuan ditentukan
Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan
Tapi ku tahu tak ada keberhasilan
Tanpa usaha dan tindakan

SELAMAT DATANG HARI BARU

Fajar baru merekah lagi
Di timur semburat mentari
Menyambut datangnya pagi
Seiring harapan baru di hati

Segudang rencana tersusun rapi
Untuk segera di tindaklanjuti
Agar tidak menjadi
sekedar sebuah mimpi

Dengan niat dan batas waktu tujuan ditentukan
Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan
Tapi ku tahu tak ada keberhasilan
Tanpa usaha dan tindakan

SELAMAT PAGI INDONESIA!

Selamat pagi Indonesia,
aku tak mau putus asa
aku terus berdoa dan berusaha
agar tetap bisa berkarya

Selamat pagi Indonesia
Berjuta rakyat adalah kekuatanmu
Tapi kami butuh pemimpin
Yang mampu mengarahkan kami

Selamat pagi Indonesia
Selama matahari masih terbit di timur
Selama darah kami masih bergolak
Kami siap berkorban

Selamat pagi Indonesia
Kami masih punya semangat
Dan rasa nasionalisme
Untuk menjunjung Indonesia

Selamat pagi Indonesia
Walau harga beras melambung tinggi
Di tengah banjir bencana
Aku tak berhenti berharap

Selamat pagi Indonesia
Aku tahu, Tuhan tak pernah tidur
Saat Tuhan terjaga
Indonesia pasti makmur merata

Icha 14/3-2007

Tuesday, March 06, 2007

SEBUAH KENANGAN

Album foto terbuka di pangkuan
Merekam semua jejak kenangan
Ketika menjalin kasih kebersamaan
Dengan sedikit khayalan

Berharap selalu ada kebahagiaan
Yang inginnya menjadi kenyataan
Ternyata semua hanya impian
Dalam sebagian kehidupan

Tersentak di siang bolong
Ternyata tinggal cerita bohong
Karena nyatanya kau bukan penolong
Hanya lelaki berambut gondrong

Yang mencoba memberi kesan jantan
dengan sebuah tato yang kelihatan
Tapi minta di antar ketika datang
Minta di jemput ketika pulang

Mengingatmu membuatku tertawa
Kamu bagianku di masa remaja
Menyempurnakan jalinan cerita
Tentang seorang gadis bernama Icha.

7/3-2007

TEKAD

TEKAD

Desau angin di pepohonan
Menggugah kegelisahan
Yang menghantui khayalan
Akan makna sebuah keyakinan

Detik-detik waktu terus berjalan
Melampaui segala pemikiran
Dalam setiap gelombang kehidupan
Mengehampaskan tekad dari dekapan.

Untuk segera diwujulkan
Dalam kenyataan
Agar harapan tidak tinggal harapan
Melainkan menjadi kepastiaan

CINTA

CINTA

Ketika rasa rela melepaskan sesuatu yang berarti
lebih besar dari keinginan untuk memiliki
Dan terasa sampai ke lubuk hati
Itulah senandung makna cinta yang suci

IMANKU

Tak dapat kujabarkan
Tak dapat kuungkapkan
Hanya dapat kurasakan
Dalam setiap desahan nafas

Satu yang kutahu
Kala pemikiran dalam benaku setuju
Dengan apa yang sudah di ketahui hatikuItulah sesungguhnya imanku

ANAKKU

Anakku oh anakku
Berbilang bulan dan tahun sudah berlalu
Kini kau mengisi hari-hariku
Bagai oksigen mengisi paru-paru

Kau hadir menjadi bagian dalam diriku
Menjembatani perseteruan antara suami dan aku
Menghapus lelah dengan parasmu yang lucu
Menawarkan kegembiraan di kalbu

Sejuta doa selalu kupanjatkan dan kuserukan
Agar tercapai semua yang kau inginkan
Karena hanya itu kebahagian
Yang selalu ku harap jadi kenyataan

(Icha 6/3-2007)

Saturday, March 03, 2007

NYANYIAN KERINDUAN

Ke ujung rindu ku datang dengan sepotong asa
Ku yakin di hatimu masih ada itu rasa
Karena ku tahu telah terjalin berbilang masa

Bergumul dalam penantian
Tanpa kepastian
Adalah membangun harapan

Api cinta itu tak pernah padam
Selalu kujaga setiap malam
Sekalipun gelap dan kelam

Namun ku tahu
Keinginanmu untuk bersatu
Sudah jadi tekad yang membatu

Di sini, di ujung cita-cita
Yang telah kurajut dengan cinta
Bersama buah hati kita

Kerinduanh selalu kunyanyikan
Agar timbulkan kehangatan, dan harapan
selalu bersama dalam satu pelukan

2/3 2007 Icha Koraag

HALALNYA BENCANA

Awan biru membentang
Menyelimuti langit yang benderang
Karena sinar matahari yang terang

Sesekali kicau burung terdengar berdendang
Di antara pepohonan yang rindang
Seharusnya bisa memberikan rasa tenang

Saat mataku memandang dikejauhan
Sejuta rasa menggumpal perlahan
Dari aneka macam pemikiran

Bukan maksud hati menggugat kehidupan
Hanya sekedar mempertanyakan
Mengapa masih banyak kesusahan?

Indah nya permandangan alam
Kayanya budaya yang beragam
Semua sudah hilang dari genggaman

Dimana warisan nenek moyangku
Yang tertera dalam buku-buku
bahwa makmur dan subur negeriku

Ratusan suku ratusan bahasa
Hasil bumi dan hutan melimpah
Aneka jenis flora dan fauna

Seharusnya bisa menjadi modal
bukan untuk di obral
Sehingga bencana menjadi halal

Icha Koraag, 1 Maret 2007

Tuesday, January 16, 2007

LAUT

kumpulan air yang banyak
terlalu banyak hingga ku tak tahu jumlahnya
kulihat berwarna biru dan berasa asin
laut, orang menyebutnya

Sungguh banyak kehidupan yang kau berikan pada sekitar.
baik bagi hewan dan tumbuhan
maupun manusia yang mengandalkan isi perutmu
kau sumber alam yang laur biasa.

Namun kau juga bisa berubah kejam
segala nya kau telan tanpa dosa
tak terhitung hilangnya nyawa manusia
tapi sekali lagi karena engkau laut.

Sejuta orang mencaci
sejuta orang menjadikan kau sumber kehidupan
sejuta orang membenci namun lebih sejuta orang pula
yang mejadikan kau hiburan.

Bila kau marah, bencana tak terbendung
bila kau diam sangat menghanyutkan
Laut dan laut
karena memang kau laut.

(Icha Koraag, 16 januari 2007)

Wednesday, January 10, 2007

APAKAH RASA MALU ADA ARTINYA?

2006 telah berlalu dan 2007 sudah hadir.
Januari si bulan di awal tahun
Bulan penuh doa dan harap
Namun tercoreng Adam Air yang naas

Para cenayang dan juru ramal
Di buru dan di cari
Untuk sekedar mengintip
Apa yang akan terjadi

Musibah dan musibah masih akan mewarnai Indonesia
Krisis yang terjadi bukan hanya bidang ekonomi
Lebih parah dan menyedihkan
Adalah krisis kepercayaan

Tapi apa mau di kata
Menjadi pejabat bukan hanya cita-cita
Karena uang dan kekuasaan
Punya kekuatan di mana-mana

Karena itu dengan segala cara
Jadi pejabat harus diusahakan
Tabur uang dan tabur janji
Adalah halal hukumnya

Kalau keringat rakyat belum kering
Bahkan darah rakyat masih mengalir
Jangan berharap ada pertobatan
Karena agama dan Tuhan hanya diagungkan di bibir.

Sumpah serapah tidak akan membuat pejabat malu dan sadar.
Demonstrasi menuntutpun tinggal menjadi berita penghias media
Dan lagi-lagi rayat disajikan adegan penuh dagelan
Lalu, apakah rasa malu ada artinya?
( Januari 2007)

BERITA

Surat kabar terbentang dihadapanku
Ditemani secangkir teh manis
Mataku mulai menelusuri judul-judul berita
Berharap ada sedikit berita baik

Sayang harapanku tinggallah harapan
Berita yang ada semua menjanjikan kehancuran
Mulai dari menguatnya kurs dolar
Sampai belum diketemukannya pesawat Adam Air

Mulai dari penculikan dan penjualan bocah balita
Sampai banjir di Sambas.
Mulai dari longsor di Padang, disusul di NTT
Mulai dari kelangkaan beras sampai naiknya jumlah orang miskin

Lalu, apa salah kalau rakyat kecil menggemari infoteinment?
Walau beritanya hanya kawin-cerai atau putus dan jadian
Atau kelahiran dan kematian tetap lebih menyenangkan
karena sosok public figur memang enak di lihat.

Lalu dimana salahnya?
Tidak ada yang salah, semua sah-sah saja
Terimalah kejadian hari ini, besok? Ya berita lain lagi!
Walau isi sama paling tidak judulnya beda.