Tuesday, December 15, 2009

1.
Daun berguguran jatuh di halaman hati
tetes hujan memendarkan sinar mentari
angin bertiup, membelai semua benda
menyapu debu hingga berterbangan

mataku nanar entah menatap apa
rasanya ringan dan kosong
seringan kapas
seringan bulu ayam

dan melayang......
asap knalpot metromini
menyembur hitam, bau
menyentakku ke alam nyata

Ah lamunanku buyar.
Tadi aku melamun apa yah?
02.
Taman hati tercemar,
bunga bunga menjadi layu
mentari enggan bersinar
sayap kupu-kupu patah
Kumbang bingung
sepotong rumput bergoyang
menandakan masih ada kehidupan

Akankah sayap patah pulih kembali?
Akankah denting melodi cinta terdengar lagi
tuk iringi langkah tarian jiwaku
Tapi sekarang, aku lupa langkahnya.

03.
Ingin ku tata kembali
sepotong hati yang terluka
ingin ku belai dengan seluruh rasa
karena ku tahu, sakit itu

Tak ada yang bisa mengobati
mungkin besok sembuh
tapi sulit melupakan perihnya
karena terasa bagai bilah bambu di ujung jari.

04.
sayup ku dengar suara memanggil
ku tajamkan telinga untuk menyimak
tapi suara itu hilang
tiba-tiba sunyi dan sepi

aku gamang, dimana aku?
05.
Selaksa kata terkumpul sudah
tapi lenyap diujung lidah
bibir terkatup tak mampu
berucap
ada tawa ada luka
aku lelah

Icha Koraag 16 Des 2009

2 comments:

Erina Subroto said...

Aku berkelakar dalam melodi
melodi cinta melodi hati
sepanjang kain bertenun mimpi
kuharap esok selalu pagi
tak biarkan sosoku sendiri
waktu sudah sangat bosan
mendengar bisikan bagai hidup di lain tempat
merayap merinding dan mengumpat!!

dan aku akan terus berkelakar
mencari semak tempatku mengadu
istirahat dan melaju
karena perhentian masih panjang
dan perjalanan tinggal sepenggal cerita

wahai angin wahai hujan
wahai daun wahai akar
lihatlah aku memanggil burung merpati
kuminta dia mengirimkan pesan pada Tuhan
pada kertas kecil bergulung
terimakasih Tuhan..

untuk bu elisa koraa

Bunda gaul said...

Thank u Na.
Berbakat juga kamu jadi penyair.
Nanti sesekali kita nge jam bareng.